Perubahan Hidup untuk lebih Sehat

Perubahan Hidup untuk lebih Sehat

Jumat, 29 Juni 2012

keheningan malam
ditemani dinginnya udara 
seolah angin bertiup merasuk di jiwa
menjadikan setiap insan berlindung di kegelapan malam
semakin malam 
semakin ku tahu 
banyak binatang yang tak kusangka menemani

Rabu, 27 Juni 2012

aku sudah tak paham dengan apa yang mereka inginkan dari diriku, sekarang ini hanya ada rasa tak mengenakkan yang aku jalani setelah hari itu berlalu. mungkinkan aku ii sebagai tempat pelanpiasan mereka atau bagaimana. ku sungguh tak mengerti pola pikir mereka. tabahkanlah hamba-Mu ini dan berilah yang terbaik untuk hidupku sendiri tanpa peduli dengan merekaa-mereka

Selasa, 26 Juni 2012

PTN Sambut Ujian Mandiri Bersama



Rabu, 20 Juni 2012 | 20:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Format pelaksanaan ujian mandiri bersama perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia segera dibahas.
Pada dasarnya perguruan tinggi negeri (PTN) menyambut baik ujian mandiri bersama yang direncanakan mulai tahun 2013 untuk mengantisipasi penghapusan seleksi nasional mahasiswa PTN melalui jalur tertulis.
"Selama seleksi nasional bersama menjamin kualitas soal dan penyelenggaraan yang baik dan memberikan input calon mahasiswa yang baik, kami mendukung," kata Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto di Jakarta, Rabu (20/6/2012).
Bagi UNJ, kata Bedjo, ujian mandiri bersama bukan hal baru. Kampus calon guru ini bergabung bersama sejumlah PTN sejak 2008 untuk mengikuti ujian masuk bersama yang dilaksanakan Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara. Pada tahun ini jumlahnya 13 PTN.
Secara terpisah, Rektor Insitut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Tri Yogi Yuwono mengatakan, seleksi nasional bersama, termasuk lewat ujian mandiri bersama, tetap menguntungkan kampus.
"Mahasiswa yang masuk ke kampus tetap bisa didapat dari hasil seleksi secara nasional. Tinggal diatur bagaimana formatnya yang pas karena tiap PTN punya sistem sendiri yang berbeda terkait jalur mandirinya," kata Tri. 
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka menambahkan, sejak dua tahun lalu ITB menerima mahasiswa baru dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tulis dan undangan. Seleksi nasional bersama tidak masalah untuk ITB.
Ravik Karsidi, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, mengatakan akan mengikuti kesepakatan bersama Majelis Rektor PTN Indonesia. Jalur mandiri UNS saat ini mencapai 25-30 persen. Penerimaan terbanyak justru lewat SNMPTN jalur tulis dan undangan.
Jalur mandiri di tiap PTN berbeda-beda, baik lewat tes tertulis maupun seleksi siswa berprestasi. Ada PTN yang membedakan biaya pendidikan awal antara mahasiswa yang masuk lewat jalur SNMPTN dan jalur mandiri

Program Studi Bukan Favorit Banyak Peminat


Jumat, 22 Juni 2012 | 06:53 WIB
Jakarta, Kompas - Program studi ”bukan favorit” di sejumlah perguruan tinggi negeri tetap diminati calon mahasiswa lewat jalur ujian mandiri. Meski demikian, jumlah peminat tidak membeludak dibandingkan program studi yang dianggap lebih mudah mencari kerja.

Muhammad Anis, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI), di Jakarta, Kamis (21/6), menjelaskan, jalur mandiri tiap perguruan tinggi negeri (PTN) bukan cuma jalurnya yang berbeda, melainkan juga pembiayaan. ”Kalau di UI yang masuk lewat jalur seleksi nasional ataupun Seleksi Masuk (Simak) UI, pembiayaan sama, berdasarkan kemampuan orangtua atau BOP (biaya operasional pendidikan) berkeadilan,” kata Anis.

Program studi yang dianggap kurang favorit, misalnya arkeologi, sastra jawa, sejarah, atau filsafat, tetap ditawarkan di jalur mandiri UI yang dinamakan Simak UI dan peminatnya sekitar 20 persen di atas daya tampung.

”Daya tampung terpenuhi, tetapi peminatnya tak membeludak seperti di program studi favorit,” kata Anis.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Sudharto P Hadi menyebutkan, program studi, seperti budidaya perairan dan sejarah, kurang diminati. Bahkan, untuk budidaya perairan, kuota di SNMPTN tidak terpenuhi. ”Biasanya daya tampung tetap terpenuhi karena ditawarkan juga di jalur mandiri,” kata Sudharto.

Menurut dia, beberapa program studi terkait perairan dan peternakan yang peminatnya tidak banyak umumnya tetap bisa menerima siswa sesuai daya tampung. Meskipun jalur mandiri di Undip lebih mahal dibandingkan jalur SNMPTN, tetap ada calon mahasiswa yang memilih program studi ini.

Menurut Sudharto, meski biaya di jalur mandiri lebih mahal, penilaian saat menerima calon mahasiswa baru tetap mengutamakan kemampuan akademik.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya UI Bambang Wibawarta mengatakan, pemerintah sampai saat ini tak memiliki peta konkret atau strategi pendidikan yang komprehensif 10-20 tahun ke depan.

”Harus jelas dulu apa yang dibutuhkan bangsa ini di masa depan. Lalu, program studi dievaluasi berdasarkan kebutuhan bangsa di masa depan,” ujarnya.

2013, SNMPTN Gratis!


Rabu, 14 Maret 2012 | 08:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menggratiskan biaya seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengatakan, saat ini Kemdikbud tengah menghitung dana yang diperlukan untuk menerapkan SNMPTN gratis.

Tahun 2011, pemerintah mengalokasikan Rp 30 miliar untuk menyelenggarakan SNMPTN. Besaran dana itu mampu menutupi biaya operasional SNMPTN jalur undangan dan ujian tulis sekitar 35 persen.

Rencana ini, jelas Djoko, sejalan dengan akan dihapuskannya SNMPTN jalur ujian tertulis. Menurutnya, dengan hanya membuka jalur undangan dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN, beban penyelenggaraan SNMPTN lebih ringan karena tidak perlu lagi mencetak naskah untuk ujian tulis.

"Semua menjadi lebih hemat karena tidak ada biaya cetak. SNMPTN akan gratis karena pemerintah yang membayarnya," kata Djoko, Selasa (13/3/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Selama ini, peserta SNMPTN memang dikenai biaya pendaftaran yang nilainya berbeda setiap tahunnya. Pada 2012, setiap peserta jalur undangan dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 175.000. Adapun untuk jalur ujian tulis setiap peserta dikenai biaya Rp 150.000 untuk kelompok IPS dan Rp 175.000 untuk kelompok IPC (IPA dan IPS).

Di luar itu, terdapat juga ujian keterampilan sebesar Rp 150.000 untuk setiap peserta yang dibayarkan saat peserta mengikuti ujian keterampilan di PTN penyelenggara.