Perubahan Hidup untuk lebih Sehat

Perubahan Hidup untuk lebih Sehat

Sabtu, 09 Juni 2012

Mengapa Lebih Susah Tembus SNMPTN Tulis?

JAKARTA - Pendaftaran Ujian Tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 masih berlangsung hingga akhir Mei. Peserta SNMPTN pun kian gencar mempersiapkan diri. 


Tidak heran, ujian tulis SNMPTN 2012 memang dinilai lebih sulit untuk ditaklukkan bila dibandingkan dengan SNMPTN Jalur Undangan. Mengapa? Ketua Panitia Lokal SNMPTN Bandar Lampung Hasriadi Mat Akin menjelaskan, tidak hanya harus bagus dalam performa akademik, peserta Ujian Tulis SNMPTN juga harus cerdik dalam memilih program studi yang tepat untuknya.  


"Peserta tidak hanya bicara soal keinginan mereka ketika memilih program studi pada SNMPTN ujian tulis. Mereka harus memilih program studi yang paling tepat bagi kemampuan dirinya, karena salah dalam menentukan pilihan, dapat berbuah kegagalan," ujar Hasriadi, seperti disitat dari situs Universitas Lampung (Unila), Senin (21/5/2012).  


Menurut Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unila itu, dalam memilih program studi, calon peserta SNMPTN sebaiknya mengombinasikan antara keinginan dan kemampuan. Dia menilai, mereka yang gagal dalam SNMPTN tidak sepenuhnya bodoh secara akademik, tetapi justru karena salah memilih program studi dan terlalu memaksakan diri. 


Dia menjelaskan, tingkat persaingan pada SNMPTN ujian tulis juga lebih ketat karena proses penilaiannya dilakukan secara simultan, berbeda dengan seleksi pada SNMPTN jalur undangan yang dilakukan secara bertahap. 


Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini mengingatkan, peserta SNMPTN juga harus membandingkan data kuota kursi pada tiap program studi pilihannya dengan jumlah peminat program studi tersebut. Tidak hanya itu, peserta SNMPTN juga sebaiknya giat berlatih mengerjakan soal-soal SNMPTN terdahulu untuk mengukur kemampuan dirinya. Peserta juga bisa rutin mengikuti try out di berbagai lembaga pendidikan.  


Faktor lain yang menentukan sulitnya menembus SNMPTN ujian tulis menurut Hasriadi adalah sistem penilaian SNMPTN yang menuntut keseimbangan dalam mengerjakan soal. Sistem ini diterapkan sejak tiga tahun terakhir. Dengan kata lain, strategi memfokuskan diri pada mata pelajaran tertentu yang paling dikuasai sudah tidak tepat lagi untuk digunakan. 


"Mahir dalam mata pelajaran tertentu tapi sangat lemah di mata pelajaran lain juga dapat berbuah kegagalan," ujarnya tegas.


source by : http://kampus.okezone.com/read/2012/05/21/373/632591/mengapa-lebih-susah-tembus-snmptn-tulis

Menimbang Perguruan Tinggi

TIDAK dapat dimungkiri, seiring dengan terus berkembangnya zaman, kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan yang baik, bermutu dan berkualitas juga semakin dirasakan oleh berbagai kalangan. Mereka pun banyak yang rela merogoh kocek dalam-dalam, hanya agar putra atau putrinya menjadi kaum terdidik, serta memiliki wawasan dan pengetahuan yang dapat menjadi bekal mereka dalam mengarungi geliat zaman.  
Masa-masa ketika para pelajar SMA mencapai titik akhir masa sekolah merupakan suatu keadaan yang sulit. Mereka dihadapkan pada beberapa pilihan, apakah akan mengarungi dunia kerja, melanjutkan studi ke perguruan tinggi, atau yang lainnya.

Tetapi ketika memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, masalah pun tidak langsung berakhir karena pilihan lainnya harus mereka hadapi. Kampus mana yang harus mereka pilih, dan program studi apa yang akan menjadi basis pendidikan mereka nantinya. Indonesia sendiri memiliki 46 universitas negeri, enam institut negeri, dan 19 politeknik negeri. Di samping itu, juga terdapat 2.700 perguruan tinggi swasta (PTS) dengan sedikitnya 11 ribu jurusan dan program studi.

Pertimbangan dalam menentukan pilihan

Dengan demikian, kecermatan serta kejelian dalam memilih perguruan tinggi serta program studi sangatlah diperlukan, sebagai sebuah fondasi awal dalam mengarungi masa pendidikan di kampus. Selain itu, ada beberapa hal yang juga patut dipertimbangkan oleh para pelajar dalam menentukan pilihan studi.

Pertama, bakat serta potensi diri. Hendaknya ketika memilih perguruan tinggi serta program studi yang akan digeluti, dapat diarahkan kepada keinginan, bakat ataupun potensi yang kita miliki. Bakat, pada dasarnya adalah pembawaan dari lahir, dan potensi merupakan sebuah kelebihan yang belum tereksplorasi secara maksimal. Jika bakat dan potensi kita searah dengan program studi yang kita geluti, maka hasilnya pasti akan menjadi lebih optimal dan membuat gairah belajar juga meningkat.

Sebaliknya, ketika memilih program studi tidak sesuai dengan bakat dan potensi, maka yang terjadi adalah timbulnya benih-benih kebosanan, kemalasan, serta menurunnya semangat dalam belajar. Tidak jarang, kesalahan ini dapat mengarahkan seseorang pada keputusasaan. Keadaan ini sering terjadi karena minimnya informasi yang kita miliki tentang berbagai program studi, kebingungan dalam menentukan ke mana arah yang dituju, dan munculnya sikap yang “ikut-ikutan” pilihan teman atau kerabat ketika memilih program studi kuliah.

Kedua, kualitas dan kuantitas perguruan tinggi serta program studi yang diminati. Hal ini juga penting karena akan berhubungan dengan pemolesan dan pengasahan pengembangan intelektualitas seorang calon mahasiswa, baik itu karena kualitas sistem pendidikannya, tenaga pengajar/dosen, serta fasilitas pendukung dalam proses pembelajaran tersebut. Tetapi ketika berbicara tentang kualitas perguruan tinggi, mungkin sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa perguruan tinggi negeri (PTN) selangkah lebih baik dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta (PTS), baik dilihat dari segi biaya, kualitas dan kuantitasnya. Itu dapat terlihat dari besarnya jumlah pendaftar SNMPTN, yang menurut data dari Kemendikbud mencapai 540.928 peserta pada 2011 dan mengalami peningkatan pada 2012 ini.

Akan tetapi PTS kini pun boleh dikatakan mulai menyejajarkan diri dengan PTN. Dilihat dari segi biaya, kualitas dan kuantitasnya antara PTN dan PTS kini sudah hampir tidak ada bedanya. Kondisi itu terjadi karena sokongan kebijakan yang dijalankan oleh PTS dengan pemberian beasiswa, serta pembenahan tenaga pengajar dan infrastruktur. Hasilnya adalah semakin bersaingnya lulusan PTS dan PTN dalam berbagai hal, termasuk dalam kompetisi di dunia kerja. Hal lain yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam memilih perguruan tinggi dan program studi adalah akreditasi serta prospek perguruan tinggi dan program studi itu sendiri.

Ketiga, faktor biaya serta kemampuan keuangan yang dimiliki. Faktor  terakhir ini merupakan hal yang sulit dielakkan, karena berhubungan dengan batas kemampuan. Faktor ini jugalah yang membuat banyak bakat serta potensi besar yang putra putri bangsa terbengkalai. Kemiskinan dan terus meroketnya biaya pendidikan membuat bakat dan potensi tersebut tidak dipoles dan diasah di iklim pendidikan yang akan membuatnya berkembang.

Data Susenas menyebutkan, pada 2010,  61 persen anak-anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi berasal dari keluarga kaya, sedangkan dari kalangan keluarga miskin hanya kurang dari empat persen. Data ini memperlihatkan semakin tingginya biaya untuk menempuh pendidikan telah membuat keluarga kurang mampu menjadi sulit menikmati pendidikan itu sendiri. Dengan kata lain,  hanya keluarga kayalah yang akan mampu menikmati pendidikan. Apalagi, saat ini pemerintah terkesan mengangkat dan mengedepankan liberalisasi terhadap pendidikan, yang tercermin dalam draft Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUUPT) yang diajukan oleh Ditjen Dikti pada April lalu.


source by : http://kampus.okezone.com/read/2012/06/07/367/642986/menimbang-perguruan-tinggi

Peserta SNMPTN Wajib Bawa Ijazah atau Kartu Unas


TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebaiknya mempersiapkan terlebih dahulu kelengkapan alat ataupun dokumen penting yang harus dibawa pada saat ujian. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pada saat ujian sehingga bisa konsentrasi menjawab soal SNMPTN dengan baik.
Ketua Panlok 80 Universitas Negeri Makassar (UNM)-Univesitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Prof Sofyan Salam MA PhD mengatakan, beberapa dokumen resmi yang harus dibawa peserta SNMPTN adalah ijazah SMA dan Kartu Unas.
"Peserta wajib membawa dokumen resmi yang dimiliki seperti ijazah atau Kartu Unas," kata Sofyan yang juga Pembantu Rektor I Bidang Akademik UNM di Makassar, Rabu (6/6/2012).
Sebelum ujian berlangsung, pengawas ruangan akan melakukan verifikasi terhadap dokumen peserta diantaranya ijazah, foto, kartu tanda peserta. Kemudian hasil verifikasi dokumen peserta dimasukkan ke dalam lembar BA.U2 dan ditandatangani oleh penanggung jawab ruangan.
Selanjutnya, peserta juga wajib menempati tempat duduk sesuai dengan nomor peserta masing-masing. Sedangkan untuk alat tulis-menulis, peserta hanya diperkenankan membawa 3 alat tulis menulis berupa karet penghapus, rautan pensil, dan pensil 2B.
Panlok 80 UNM-UIN Alauddin merupakan salah satu panitia lokal SNMPTN di Makassar bersama dengan Universitas Hasanuddin untuk panlok 82. Tahun ini jumlah peserta SNMPTN Panlok 80 UNM-UIN Alauddin sebanyak 18.887 pendaftar yakni untuk kelompok IPA: 3.397 pendaftar, untuk kelompok IPS: 4.996 pendaftar, dan untuk kelompok IPC: 10494 pendaftar. Jumlah ini meningkat 5.681 pendaftar dari jumlah tahun lalu yang hanya 13.206 pendaftar.
Pelaksanaan ujian tulis SNMPTN dijadwalkan 12-13 Juni mendatang yang digelar serentak di 61 perguruan tinggi negeri penyelenggara SNMPTN.

Kiat Lulus SNMPTN


BANJARMASIN POST/DONNY SOPHANDIIlustrasi
Kompas.com - Perguruan Tinggi Negeri (PTN) boleh dibilang masih menjadi pilihan utama para siswa untuk melanjutkan studi karena alasan kualitas yang unggul dan biayanya murah. Alasan gengsi juga terkadang memengaruhi mengapa banyak siswa berlomba-lomba memilih PTN.

Ada beberapa jalur pendaftaran PTN, mulai dari penelurusan minat dan kemampuan (PMDK) hingga jalur prestasi. Jalur lain yang banyak dinantikan mereka yang tidak lolos  jalur-jalur tersebut adalah seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Tahun ini SNMPTN rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Juni 2012. Kendati risikonya tak seberat menghadapi ujian nasional, tetap diperlukan keseriusan dalam mempersiapkan diri.

Menurut Djoko Santoso, direktur jenderal pendidikan tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memprediksi tingkat kesulitan soal SNMPTN, para siswa disarankan untuk memperlajari contoh soal dari pelaksanaan SNMPTN tahun-tahun sebelumnya.

"Kuasai pelajarannya dan pelajari pola soal melalui kisi-kisi yang beredar. Karena pola soal tak pernah berubah," kata Djoko.

Seperti pengalaman Dicky Dwiantana, mahasiswa semester III jurusan ilmu politik FISIP UI. Berdasarkan pengalamannya mengikuti ujian tulis SNMPTN tahun lalu, ia banyak mempelajari soal-soal tahun sebelumnya.

"Saya belajar dari soal tahun lalu. Karena pola soalnya selalu sama, hanya diganti sedikit," ujar Dicky.

Selain itu, sebaiknya siswa lebih fokus pada satu atau dua pelajaran yang dianggap sulit oleh kebanyakan orang. Dengan begitu, kita bisa merebut nilai dari pelajaran tersebut.

Untuk menguasai materi pelajaran, setiap orang memiliki durasi waktu yang berbeda. Namun beberapa mahasiswa yang diwawancara mengaku mereka tidak meluangkan waktu banyak untuk belajar.

"Nggak perlu lama-lama. Sejam juga cukup. Belajarnya nggak usah diforsir," kata Hanifah Amalia, mahasiswi Sastra Belanda Universitas Indonesia angkatan tahun 2011.

Hanifah sendiri mengaku lebih suka belajar sendiri dan tidak mengikuti bimbingan belajar. "Saya hanya ikut bimbel selama tiga minggu dari lima minggu paket belajar intensif yang disediakan bimbel," paparnya.

Hanifah mengungkapkan, sesi bimbel sebenarnya bisa dipakai untuk aktif bertanya pada pengajar mengenai materi yang kurang dimengerti.

Beberapa persiapan lain yang harus dilakukan adalah meluangkan waktu untuk beristirahat. Belajar terus menerus bisa membuat kita lelah, padahal kondisi tubuh yang fit sangat penting pada saat hari H.

"Tes potensi akademik dalam SNMPTN sebenarnya nggak susah, cuma kalau kita kurang konsentrasi akan sulit mengerjakannya karena waktunya sedikit. Makanya tubuh harus fit," kata Abednego, mahasiswa Teknologi Bioproses dari Universitas Indonesia.

Hindari pula belajar terlalu keras sehari sebelum ujian. Persiapan belajar seharusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

"Dua hari menjelang SNMPTN, saya sudah nggak belajar. Biar rileks dan nggak terlalu tegang nantinya. Jadi, hanya tidur-tiduran saja di rumah," tutur Awwah, mahasiswa teknik elektro.

Terakhir, tentu saja berdoa. "Faktor lain SNMPTN tak cuma kepintaran, doa dan restu orang tua itu penting," katanya.

Apabila ternyata tahun ini masih belum bisa lolos SNMPTN jangan sedih. Kita bisa mencobanya tahun depan, atau mempertimbangkan untuk memilih perguruan tinggi swasta. Selamat mencoba.

source by : http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/07/14234043/Kiat.Lulus.SNMPTN

Lebihi Kuota, Panlok Siapkan Kursi Tambahan


Jum'at, 08 Juni 2012 10:28 wib
Suasana ujian tulis SNMPTN (Foto: dok. Unpad)
Suasana ujian tulis SNMPTN (Foto: dok. Unpad)
BANDUNG – Sebanyak 40.129 calon mahasiswa mendaftar ke Panitia Lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 di Kota Bandung. Pendaftaran SNMPTN ditutup sejak 2 Juni lalu.

Rinciannya sebanyak 14.547 calon peserta untuk kelompok ujian IPA, 14.994 kelompok IPS, dan 10.588 calon peserta kelompok IPC. Sebelumnya panitia mengumumkan kuota Kota Bandung mencapai 38.500 peserta SNMPTN. Humas Panlok SNMPTN 2012 Bandung Weny Widyowati menjamin kelebihan kuota tersebut dapat diatasi dengan baik. "Kami harus menambah kursi dan ruangan tambahan, tapi pasti kami usahakan semua pendaftar di Bandung tertampung," ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan, untuk ujian SNMPTN sudah disiapkan sejumlah gedung sekolah dan perguruan tinggi di Kota Bandung antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Penyelenggaraan SNMPTN 2012 jalur ujian tertulis digelar serentak di seluruh Indonesia pada 12-13 Juni. Dia mengimbau para calon peserta datang langsung ke Sekretariat SNMPTN Lokal Bandung untuk menyelesaikan proses pendaftaran.
"Karena sebagian besar pendaftar telah menyelesaikan seluruh proses pendaftaran secara online,namun terkendala dalam pencetakan kartu tanda bukti pendaftaran," kata Weny.

Maka itu, Panlok mengharuskan calon peserta secepatnya datang ke Sekretariat SNMPTN Lokal Bandung di Gedung Rotunda ITB, Jalan Ganeca. Proses itu harus ditempuh hingga kartu selesai dicetak. Weny mengimbau para calon peserta menyimpan baik-baik kartu tanda bukti pendaftaran dan kartu peserta SNMPTN 2012.
"Bagi calon peserta yang telah mendapat kartu tanda bukti pendaftaran, kami ingatkan kartu tersebut jangan sampai hilang. Kartu itu merupakan salah satu persyaratan yang wajib dibawa calon peserta ketika pelaksanaan ujian tulis/keterampilan," ujarnya.

Pada hari pertama akan dilaksanakan tes potensi akademik (TPA) dan tes bidang studi (TBS) prediktif. Pada hari kedua tes bidang studi IPA/ IPS/IPC. Untuk tes bidang studi IPA, materi yang diujikan terdiri dari matematika, biologi, kimia, dan fisika. Adapun tes bidang studi IPS, materi yang diujikan terdiri dari sosiologi, sejarah, geografi, dan ekonomi.